Rabu, 26 April 2023

Sebuah Perjalanan : Harapan = Kekecewaan

    Banyak orang yang suka sekali ber ekspektasi. Namun, sayang tidak banyak orang yang siap untuk menerima sebuah  kekecewaan. Padahal, rasa kecewa itu disebabkan oleh dirinya sendiri. Tapi, seringkali kita sebagai manusia Ketika mendapatkan rasa kecewa malah menyalahkan Tuhannya. Menganggap bahwa Tuhan tidak adil, tidak sayang, dan sulit menerima kenyataan.

    Keadaan seperti ini terus saja dilakukan secara berulang, manusia melakukannya tanpa rasa bosan padahal sudah berkali-kali di kecewakan. Entah, apa sebenarnya yang mereka harapkan. Rasa cinta kah? Atau yang lainnya? Padahal jika ditelusuri lebih dalam semua harapan yang kita inginkan tersebut akan terpenuhi jika kita berharap hanya kepada Tuhan bukan seorang makhluk yang bernama manusia.

    Ekspektasi berujung kekecewaan adalah nyata adanya. Seperti sudah terstuktur alurnya. Namun, dengan bodohnya kita selalu saja mengulanginya, Entah dengan orang yang berbeda atau bahkan mungkin orang yang sama. Sulit sekali rasanya, menjauhi untuk tidak berekpektasi kepada manusia. 

Senin, 19 Desember 2022

Sebuah Perjalanan : Hanya Sebuah Kenangan

        Tentang sebuah rindu, bukan hanya sekadar inginkan temu. Tetapi lebih dalam daripada itu, seperti ingin merasakan sesuatu yang dulu pernah dirasakan. Rasanya ingin mengulang semuanya dari awal, mengulang masa kecil yang begitu banyak kenangan. Rindu akan masa-masa dimana kita saling berlarian, bermain tanpa adanya sebuah beban. Kini, semuanya telah berbeda. Kita masing-masing sudah menjadi dewasa bahkan beberapa dari kita sudah berkeluarga. Kita memang masih sering bertemu, namun rasanya begitu asing tak seperti dulu.

 

           Rasa sungkan kini lebih sering dirasakan, inginkan menyapa tapi tak tahu harus mulai dari mana. Pemikiran kita sekarang sudah berbeda, maka topik yang ingin dibicarakan pun pasti juga berbeda. Ingin memulai obrolah tapi takut nggak nyambung, ditambah ke introvert-an dalam diri yang sangat sulit dikendalikan.

 

        Rindu akan masa kecil bagaimanpun ceritanya hanya akan menjadi sebuah kenangan. Tetapi, yang namanya masa kecil pasti akan lebih banyak kenangan indah daripada kenangan yang pahit. Sangat berbeda dengan kenangan yang tercipta ketika telah dewasa kini dimana kenangan pahit lebih mendominasi isi hati dan kepala seakan-akan tak ingin mengingatnya kembali. Rasa sakit yang begitu menyiksa diri sungguh rasanya sangat tak ingin terulang lagi. Cukup sekali saja kenangan itu terjadi, jangan sampai ada yang kedua, ketiga, ataupun keempat kalinya. Tetapi, walau bagaimanapun kenangan itu harus tetap kita syukuri karena itu semua juga merupakan karunia dari Allah semata.

Rabu, 02 November 2022

Sebuah Perjalanan : Rasa Insecure

        Diadaptasi dari sebuah judul buku karya Alvi Syahrin “Insecurity is my middle name” sebagai manusia yang diciptakan dengan ketidak sempurnaan ini. Selain terlalu banyak overthingking seringnya kita juga merasa insecure. Kita terlalu membandingkan apa yang kita miliki saat ini dengan milik orang lain. Ya, anggap saja bahwa kita kurang bersyukur. Jika kita pikirkan kembali untuk apa sih sebenarnya kita merasa insecure? Merasa iri hati padahal kan apa-apa yang ada dalam diri kita saat ini merupakan kemuliaan dari Allah swt.

        

        Namun, itulah diri kita yang sesungguhnya, manusia yang terlalu banyak mengeluh sehingga melupakan banyak karunia yang telah Allah swt. berikan kepada kita. Jadi, sekarang jangan jadikan insecure sebagai nama tengah lagi yaa, tapi buang jauh-jauh kata insecure dalam dirimu dan mulailah menerima segala sesuatu nya yang telah Allah swt. berikan.

Senin, 25 April 2022

Sebuah Perjalanan : Sikap Overthinking

     Seringkali kita memikirkan sesuatu secara berlebihan atau kita biasa menyebutnya dengan overthinking. Setiap dari kita pasti pernah merasakan yang namanya overthinking. Bahkan, terhadap hal yang sepele sekalipun. Misalnya, yang sering terjadi pada kita adalah mengkhawatirkan tentang masa depan dan menganggap diri sendiri tak berharga.

    Padahal, jika kita ingat bahwa apa-apa yang ada di dunia ini telah di atur oleh Sang Pencipta, kita tak perlu memikirkannya secara berlebihan. Mungkin, sesekali boleh tapi tidak untuk setiap saat karena overthinking bisa saja menghambat aktivitas kita. Membuat kita seringkali menunda suatu pekerjaan hanya karena kekhawatiran akan hasiil yang kurang memuaskan. Padahal, itu semua belum tentu terjadi bukan?

     Selain menghambat aktivitas dan penundaan terhadap suatu pekerjaan, lebih parahnya lagi overthinking akan membawa kita pada depresi. Ketika sudah mengalami depresi, kita pasti akan merasa bahwa hidup ini tak ada artinya dan pada akhirnya kita akan menyerah.

Lantas, bagaimana cara mengendalikan overthinking dalam diri?

    Jadi, yang pertama harus dilakukan adalah menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif karena dengan begitu kita tidak akan sempat memikirkan sesuatu secara berlebih.

    Yang kedua, bergaullah dengan orag-orang yang selalu mendukungmu melakukan hal-hal yang positif. Karena, ketika kita terlalu overthinking dan sudah masuk ke tahap depresi kita hanya butuh dukungan dari orang-orang yang berada disekitar kita.

    Dan yang ketiga atau terakhir, kita harus lebih banyak mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Agar, kita selalu terjaga dari hal-hal yang negatif.

Nah, itu tadi ya sedikit aktikel tentang overthinking. Karena banyaknya dampak negatif dari overthinking, jadi mulai sekarang yuk lebih produktif dan kurang-kurangi yaa overthinkingnya.


Next, mau bahas apalagi? Comment, ya :}

Selasa, 05 April 2022

Sebuah Perjalanan : Menyikapi Sebuah Masalah

    Masalah seringkali membuat kita lupa diri. Selalu menyalahkan keadaan, menganggap bahwa Allah tidak adil, bahkan bisa membuat diri kita sampai putus asa. Padahal jika ditelusuri lebih lanjut adanya sebuah masalah membuat kita belajar. Belajar sabar dalam menghadapi sebuah cobaan serta belajar untuk berpikir positif dengan segala ketentuan yang telah di atur oleh Allah swt. bukan malah sebaliknya, kita menyalahkan Allah atas kejadian yang tidak menyenangkan yang menimpa diri kita.

    Sebenarnya tidak salah juga jika kita berada diposisi sedang dalam masalah pasti juga akan melakukan hal yang sama. Toh, kita ini juga hanyalah manusia biasa yang masih sering mengeluh, selalu merasa tidak puas dengan pencapaian diri sendiri dan itu adalah hal yang wajar. Tapi, coba deh mulai sekarang lebih di minimalisir lagi, masalah juga kan tidak akan selesai jika kita hanya mengeluh apalagi sampai putus asa. Nanti yang ada malah bukan masalah yang selesai tapi hidup kita pun juga ikut selesai. Naudzubillah…

    Jadi, intinya ketika kita mendaptkan sebuah masalah kita harus lebih sabar lagi, tenangkan diri dan cari solusi. Bukan malah lari lalu bunuh diri.

 Tetap semangat, apapun masalahnya pasti ada jalan keluarnya. Bukan kah dalam Al Qur`an juga telah dijelaskan “Bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”


Senin, 21 Maret 2022

Sebuah Perjalanan : Menerima Kekurangan

         Setiap manusia yang hidup pasti memiliki banyak sekali kekurangan dalam dirinya. Karena, memang sejatinya manusia itu diciptakan tidak sempurna. Tapi seringkali kita lupa diri, kita lupa bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Sehingga ketika kekurangan dalam diri kita terlihat oleh orang lain kita merasa sangat tidak berarti. Sungguh menerima kekurangan diri sendiri itu lebih sulit daripada menerima kekurangan orang lain. Mungkin saja kita dengan mudahnya menerima kekurangan orang lain, tapi tidak dengan kekurangan yang ada dalam diri kita. Belajar menerima kekurangan dalam diri membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun, seringkali ketika kita telah berhasil melakukannya orang dengan mudahnya mejatuhkan nya begitu saja. Membuat diri kita harus memulainya dari awal lagi, belajar lagi tentang cara menerima. 


       Mungkin saja Allah memang sengaja manaruh beberapa kekurangan dalam diri manusia agar mereka tidak memiliki sifat sombong dalam dirinya. Jadi, kita akan lebih bersyukur dengan setiap kekurangan yang ada. Bukankah, manusia memang diciptakan untuk saling melengkapi? Lantas, mengapa masih saja tidak bisa menerima kekurangan diri sendiri sedangkan kita bisa menerima kekurangan orang lain. Mulai sekarang, yuk belajar untuk menerima apapun yang ada dalam diri kita baik itu kekurangan maupun kelebihan karena semua itu merupakan Anugerah dari Allah. 


        Yang namaya hidup itu pasti ada saatnya kita kadang diatas dan kadang dibawah. Jadi, tetap semangat yaa. Dibalik beberapa kekurangan yang ada pada dirimu pasti ada banyak kelebihan yang bisa menutupinya. Tetap belajar menerima karena apa yang ada dalam dirimu adalah milikmu bukan milik orang lain yang seringkali mengeluh karena kekurangan yang ada pada dirimu :)

Senin, 28 Februari 2022

Sebuah Perjalanan: Melibatkan Allah dalam Setiap Impian

         Apapun mimpimu saat ini kejarlah, selagi itu masih dalam batasan yang wajar. Berusaha semampu yang dirimu bisa dan jangan lupa untuk selalu berdoa ke[ada yang kuasa. Karena, tak jarang apa yang kita inginkan bukan yang terbaik untuk kita tapi, yang Allah pilihkan sudah pasti menjadi yang terbaik untuk masa depan. Jangan mengeluh, jangan meremehkan Allah. Yakin saja, karena ilmu yakin ini sangatlah sulit dilakukan. Seringkali kita meragukan Allah hanya karena doa-doa kita belum terkabul. Padahal, Allah lebih tau kapan waktu yang tepat untuk mengabulkan doa kita.

         Yakin dan sepenuhnya percaya dengan apapun yang telah ditetapkan oleh Allah memang terkadang tidaklah mudah. Karena, seringkali Allah menguji hambanya dengan sesuatu diluar ekspektasi kita sebagai manusia dan yang paling parahnya kita seringkali berharap kepada manusia yang membuat hati kita kecewa.

         Contohnya apa?

        Misal kita punya mimpi pengen jadi pebisnis atau pengusaha. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin kita berdoa setiap waktu, kita berharap ada orang-orang yang bisa mengabulkan mimpi kita. Tapi, ternyata Allah timpakan banyak masalah sama kita. Baru mau mulai, eh ternyata kena tipu. Mulai lagi, eh malah rugi. Coba lagi, eh ternyata salah perhitungan atau hal lainnya. Nah, hal ini bisa terjadi karena dua hal. Yang pertama adalah Allah benar-benar ingin menguji sampai mana batas kesabaran kita. Dan, yang kedua adalah kitanya yang terlalu berharap dengan manusia.

         Gimana, paham ya? Jadi intinya, apapun mimpi kita. Jangan lupa sertakan Allah di dalamnya dan kurang-kurangi berharap kepada manusia. Selain itu, ilmu yakin juga harus kita terapkan. Yakin disini artinya yakin terhadap segala ketetapan Allah. Jadi, jika kita gagal maka kita tidak akan kecewa karena percaya apapun yang terjadi memang sudah menjadi kehendak Allah swt.


Baik, sampai di sini dulu ya perjalanan hari ini.

Sampai bertemu di perjalanan selanjutnya. See you :)